Monday, April 3, 2017

Industri Anime Mengalami Krisis Animator Yang Bisa Merusak Masa Depan Produksi

krisis animator di jepang
Munculnya berita tentang Attack on Titan Season 2 yang akan memiliki 12 episode membuat banyak tanggapan negatif dari para fans. Banyak yang berharap bahwa season kedua ini setidaknya memiliki 25 episode seperti season pertamanya. Tapi sepertinya ada sebagian besar faktor yang tampaknya diabaikan oleh penggemar tentang studio ini. Seperti yang dilansir dari situs goboiano banyak orang yang tidak tau bahwa Wit Studio yang mengerjakan anime Attack on Titan Season 2 ini adalah sebuah studio animasi kecil dengan beban kerja yang besar.

Menyoroti fakta ini Thomas Romain, seorang animator yang bekerja di industri anime berbicara di twitter tentang dua masalah terbesar industri ini. Yang pertama kurangnya animator dan yang kedua adalah terlalu banyaknya proyek yang dikerjakan.






Romain menjelaskan beberapa kesalahpahaman yang sering terjadi dikalangan penggemar tentang industri ini. Seperti tentang bagaimana uang dibelanjakan saat kita membeli barang dagangan, kemeja, game berlisensi, dan barang terkait lainnya.


Bagaimana bisa Wit Studio hanya memproduksi 12 episode setelah para fans menunggu selama empat tahun?



Mengapa industri anime kekurangan animator baru?






Berdasarkan informasi ini, kita mungkin akan melihat penyusutan pada jumlah studio dan proyek-proyek yang dikerjakan di masa depan jika industri ini terus menolak kondisi kerja animator baru. Animator dapat bekerja antara 50 sampai 84 jam dalam seminggu dan hanya membawa pulang gaji sebesar 92.500 yen ($ 870) dan 235.000 yen ($ 2.189) per bulan, tergantung pengalaman yang mereka miliki.

Pada dasarnya, mereka semua hidup diantar garis kemiskinan Jepang atau paling tidak berada sedikit di atasnya. Tidak heran jika industri ini menghadapi krisis dalam animator, selain itu sekolah animasi disana terus berkurang dari tahun ke tahun.

Hal ini mungkin tampak bertentangan, seperti Asosiasi Animator Jepang yang mengumumkan bahwa industri ini telah membuat rekor mendapatkan pemasukan sebesar 1,82 miliar yen ($ 15,9 miliar) pada tahun 2016. Masalahnya adalah bahwa tidak ada uang yang akan kembali ke pekerja, tetapi hanya untuk perusahaan yang termasuk ke dalam bagian dari komite produksi, yang sering kali mengecualikan studio animasi sebagai anggota.

Romain menawarkan beberapa saran untuk para penggemar anime dan sedikit solusi untuk membantu industri ini.



HALAMAN SELANJUTNYA:



Top