Friday, September 22, 2017

Tercyduk! 3 Orang Jepang Ditangkap Karena Memposting Manga One Piece Yang Belum Resmi Dirilis

Gugenkatsu - Kasus pembajakan manga One Piece kembali terjadi, sebelumnya berita tentang pembajakan One Piece datang dari pihak FUNimation yang akan menindak platform Cloud Hosting perihal file ilegal One Piece. Dan kini berita terbaru tentang One Piece datang dari 3 orang yang tercyduk karena ketahuan mengunggah konten One Piece secara ilegal (nah lo ketauan kan).

pembajak one piece
Polisi Jepang telah menahan tiga orang karena tuduhan melanggar Undang-Undang Hak Cipta karena telah mengunggah manga One Piece karya Eiichiro Oda dari majalah Weekly Shonen Jump Shueisha secara online, sebelum manga tersebut dijadwalkan terbit secara resmi oleh penerbit.

Dilansir dari animenewsnetwork, Polisi telah menangkap Yo Uehara, seorang pria wiraswasta berusia 30 tahun dari Chatan, Prefektur Okinawa, dan Shizuka Nagaya, seorang wanita yang bekerja freelance sebagai seorang penulis berusia 23 tahun dari Tottori, Prefektur Tottori. Polisi juga menangkap Ryoji Hottai, seorang perancang web berusia 31 tahun dari Akita, Prefektur Akita.

Menurut polisi, Uehara dan Nagaya telah mengumpulkan salinan Weekly Shonen Jump dari toko yang menjualnya lebih awal, dan menggunakan scanner untuk menyalin chapter manga One Piece terbaru dan mengunggahnya secara online.

Setelah ditelusuri lebih lanjut, ternyata pasangan tersebut telah melakukan hal ini selama bertahun tahun. Polisi juga mengklaim bahwa pasangan tersebut telah menghasilkan hingga 75 juta yen (sekitar US $ 687.150) melalui iklan di situs webnya.

Selain itu, polisi menuduh bahwa Hottai telah menyalin salinan manganya dan mengunggahnya ke situs webnya sendiri. Polisi mengatakan bahwa Hottai mungkin telah menghasilkan hingga 305 juta yen (sekitar US $ 2,80 juta) dari situs miliknya selama tiga tahun.

Uehara telah mengaku bersalah atas tindakannya tersebut, sementara Nagaya telah menolak tuduhan tersebut dengan mengklaim bahwa dia tidak terlibat atas masalah ini sejak tahun lalu. Menurut polisi, Hottai juga telah menerima dakwaan tersebut, ia mengaku bahwa dirinya meluncurkan situs web tersebut untuk "mendapatkan uang untuk membiayai kehidupannya."

Shueisha mengomentari penangkapan tersebut, mereka merasa kecewa atas tindakannya yang tidak menjunjung tinggi sebuah karya ber hakcipta yang bekerja keras demi mendistribusikan karya mangaka kepada penggemar. Mereka juga berharap bahwa penangkapan ini adalah upaya lebih lanjut untuk melawan pembajakan dan penggunaan yang tidak sah, dan hal ini akan menjadi peringatan.

Jangan lupa ikuti kami di jejaring sosial lainnya untuk mendapat info menarik seputar dunia anime secara terupdate
HALAMAN SELANJUTNYA:



Top